Rabu, 25 April 2012

BAB III Antosianin


BAB III
METODOLOGI

3.1  Pelaksanaan
Praktikum Isolasi Antosianin dengan Kromatografi Kertas ini dilaksanakan pada tanggal 4-15 April 2011 di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

3.2  Alat dan Bahan
3.2. 1      Alat
Peralatan yang digunakan dalam perbobaan ini yaitu : labu erlenmeyer (erlenmeyer flask), gelas beaker (beaker glass), gelas ukur (graduated cylindres), bola hisap (plunger), tabung reaksi (tube), pengaduk magnet (magnetic stirrer), timbangan analitik (analitical balance), seperangkat alat kromatografi kertas, penguap berputar (rotary eveporator), penyaring Buchner (Buchner filter), spektrofotometer UV-Vis (spectronic UV-Vis), pipet tetes (pipette), pipet volume (volumetric pipette), pengaduk (stirrer), palu (hammer), rak tabung reaksi (test tube rack), mortar (mortar), gelas arloji (watch glass), pipet ukur (measuring pipette), pemanas (hot plate), dan kondensor (condenser).

3.2. 2      Bahan
Sampel yang digunakan adalah buah sroberi yang di dapat dari toko buah di salah satu pasar di Kota Malang. Sedangkan bahan kimia yang digunakan adalah kertas Whatman no.1, aquades, methanol, HCl 30%, 1% 2M, NaOH 1 N.

3.3  Tahapan Percobaan
3.4.1  Preparasi Sampel.
3.4.2  Ekstraksi Senyawa Antosianin dari Buah Sroberi melalui maserasi dengan variasi pelarut yang menggunakan methanol dan HCl 1% dengan perbandingan (9:1).
3.4.3  Pemisahan senyawa antosianin dengan variasi pelarut menggunakan Kromatografi Kertas Kualitatif. Hasil eluen terbaik digunakan pada Kromatografi Kertas Preparatif.
3.4.4  Identifikasi Senyawa Antosianin menggunakan Spektrofotometer UV-VIS.

3.4  Pelaksanaan Percobaan
3.4.1  Preparasi Sampel
3.4.2  Buah Stroberi diambil yang berwarna merah matang kemudian dibersihkan dari kotoran-kotoran yang ada, kemudian dipotong kecil-kecil setelah itu ditimbang sebanyak 100 gr.
3.4.3  Ekstraksi Senyawa Antosianin dengan metode maserasi

Buah stroberi yang telah dipotong dan ditimbang seberat 100 gr dimaserasi dalam 250 mL pelarut campuran methanol: HCl 1% (9:1). Setelah itu disaring dengan corong Buchner. Filtrat hasil penyaringan dimasukkan ke dalam corong pisah yang kemudian ditambahkan 50 mL petroleum eter. Kemudian diekstrak sebanyak 3 kali. Setelah itu akan didapatkan ekstrak kasar yang kemudian dipekatkan dengan Rotary Evaporator untuk memperoleh ekstrak pekat.

3.4.4  Pemisahan Senyawa Antosianin
3.4.3.1  Pemisahan Senyawa Antosianin menggunakan Kromatografi Kertas Kualitatif
Ekstrak pekat ditotolkan pada kertas saring sebanyak 5 kali dengan selang waktu penotolan satu dan lainnya menunggu spot penotolan sebelumnya kering dan sebelum dielusi juga ditunggu sampai kering. Setelah itu di buat 3 jenis komposisi pelarut yaitu: n-butanol- asam asetat glasial- air (4:1:5), asam asetat- air- HC 30% (30:10:3), n-butanol HCl 1% (1:1). Deteksi noda dilakukan dengan memeriksa kenampakannya dan nilai Rf-nya

3.4.3.2  Pemisahan Senyawa Antosianin menggunakan Kromatografi Kertas Preparatif
Ekstrak pekat ditotolkan pada kertas saring sebanyak 5 kali dengan selang waktu penotolan satu dan lainnya menunggu spot penotolan sebelumnya kering dan sebelum dielusi juga ditunggu sampai kering. Kemudian, dielusi dengan pelarut terbaik terbaik hasil kromatografi kertas kualitatif yaitu campuran asam asetat- air-HCl 30% (30:10:3) dengan total 20 mL. setelah senayawa antosianin terelusi, dihitung nilai Rf-nya dan digunting spot antosianin menjadi potongan kecil-kecil dilarutkan ke dalam tabung reaksi yang mengandung pelarut methanol dan HCl 1% (9:1) sebanyak 10 mL kemudian di vortex.

3.4.5  Identifikasi Hasil Isolasi Senyawa Antosianin dengan Spektrofotometer UV-VIS
Isolat hasil pemisahan Kromatografi Kertas Preparatif kemudian diidentifikasi menggunakan spektrofotometr Uv-Vis pada 200-800 nm dengan blanko metanol-HCl 1% (9:1) sebanyak 10 mL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar